(FWA 2026/8/7)Bagi ekspatriat yang baru tiba dan bersiap memulai kehidupan baru di sini, memahami kebiasaan sehari-hari di Taiwan serta etiket publik dapat membuat kehidupan sehari-hari menjadi jauh lebih lancar. Lingkungan sosial dan tempat tinggal di Taiwan memiliki konteks dan aturan tidak tertulisnya sendiri. Kebiasaan kebersihan dan tips kehidupan yang dirangkum di bawah ini bukanlah peraturan hukum yang ketat, melainkan gaya hidup yang dibentuk oleh sebagian besar penduduk lokal dari waktu ke waktu. Kami berharap panduan ini dapat menjadi referensi praktis untuk membantu Anda beradaptasi dengan mudah terhadap ritme kehidupan di Taiwan.
I. Pembersihan dan Perawatan Lingkungan Rumah Secara Mandiri
Iklim Taiwan pada umumnya panas dan lembap, sehingga banyak kebiasaan dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari merupakan kebijaksanaan praktis yang berkembang secara alami untuk mengatasi kelembapan dan debu.
Melepas Sepatu di Pintu dan Mengganti Sandal di Dalam Ruangan: Untuk menjaga lantai dalam ruangan tetap bersih tanpa noda, banyak keluarga di Taiwan menyiapkan “area transisi” (foyer) di pintu masuk. Adalah kebiasaan umum untuk mengganti sandal dalam ruangan yang bersih saat masuk atau berjalan tanpa alas kaki di lantai. Sebagai contoh, sebagian besar keluarga juga menyiapkan sandal khusus untuk kamar mandi agar tidak membawa kelembapan dan lantai yang licin setelah mandi kembali ke ruang tamu atau kamar tidur.
Membersihkan Kamar Mandi dengan Squeegee Setelah Digunakan: Untuk mencegah jamur hitam yang mudah tumbuh di iklim lembap, banyak orang memiliki kebiasaan menggunakan alat pembersih kaca (squeegee) untuk menyeka tetesan air dari dinding ubin dan pintu geser kaca segera setelah mandi, demi menjaga lingkungan tetap kering.
Penggunaan Api, Minyak, dan Mesin Penghisap Asap Saat Memasak: Kegiatan memasak sehari-hari di rumah tangga Taiwan sering kali melibatkan metode tumis atau goreng dengan api besar, yang mudah menghasilkan asap masakan. Oleh karena itu, sudah menjadi kebiasaan untuk menyalakan mesin penghisap asap (cooker hood) secara bersamaan saat memasak, dan membiarkannya menyala selama 3 hingga 5 menit setelah kompor dimatikan untuk benar-benar menyedot sisa asap dan bau. Menyeka kompor dengan kain lap basah saat masih ada sisa panas dapat secara efektif mencegah minyak mengeras dan menjadi sulit dibersihkan.
Penggunaan Dehumidifier dan Air Purifier: Untuk melawan kelembapan dalam ruangan dan tungau debu, dehumidifier (mesin penyerap kelembapan) adalah peralatan wajib bagi hampir setiap rumah tangga. Saat menggunakannya, orang biasanya menutup pintu dan jendela serta meletakkannya di tengah ruangan (jika ada hewan peliharaan, perlu diperhatikan agar tidak mengatur tingkat kelembapan terlalu rendah). Sementara itu, banyak keluarga juga menggunakan air purifier (pembersih udara) untuk menyaring partikel halus dan debu yang dihasilkan dari proses memasak, demi menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Memisahkan dan Menjemur Kain Lap: Dalam hal kebersihan rumah tangga, sebagian besar orang dengan jelas memisahkan penggunaan kain lap pembersih mereka. Misalnya, lap yang digunakan untuk membersihkan meja dapur tidak akan pernah digunakan untuk mengelap meja makan atau perabot ruang tamu, guna menghindari kontaminasi silang oleh bakteri. Kain lap yang sudah digunakan selalu dicuci, diperas dengan kuat, dan digantung di area berventilasi baik agar tidak mengeluarkan bau apak.
Kebiasaan Mencuci dan Menjemur Pakaian: Karena cuaca yang panas dan lembap, pakaian dalam dan pakaian luar biasanya dicuci setiap hari dan dipisahkan saat pencucian. Pakaian selalu diputar kering (spin dry) di mesin cuci sebelum dijemur di balkon, agar air tidak menetes dan mengganggu tetangga di lantai bawah.
II. Aturan Tidak Tertulis Lokal untuk Ruang Publik dan Pembuangan Sampah
Berjalan di jalanan atau di lingkungan komunitas di Taiwan, pembuangan sampah dan kesehatan masyarakat mengikuti logika operasional yang unik. Menguasai ritme ini dapat membuat hidup jauh lebih praktis.
Kebiasaan Membawa Sampah Sendiri: Tempat sampah umum jarang ditemukan di jalan-jalan Taiwan. Jika Anda memiliki sampah dari minuman boba atau makanan bungkus saat berjalan-jalan, sampah tersebut umumnya dibawa hingga Anda menemukan tempat sampah daur ulang di minimarket atau dibawa kembali ke rumah untuk dibuang.
“Sampah Tidak Menyentuh Tanah” dan Alunan Musik: Saat membuang sampah, penduduk setempat biasanya mengikuti jadwal truk sampah lokal (hanya keluar rumah saat mereka mendengar alunan musik yang familier seperti “Für Elise”). Jika Anda melewatkan waktunya, ingatlah untuk tidak meninggalkan kantong sampah Anda di pinggir jalan atau di sebelah tiang listrik hanya demi kepraktisan.
Kantong Sampah Khusus dan Pemilahan: Di beberapa wilayah metropolitan (seperti Kota Taipei dan New Taipei), Anda wajib menggunakan kantong sampah khusus yang diatur oleh pemerintah untuk membuang sampah umum. Pada saat yang sama, barang daur ulang (seperti kertas, plastik, dan kaca) serta sisa makanan biasanya memerlukan pemilahan sederhana sebelum diserahkan kepada petugas kebersihan.
Perlindungan Kesehatan Masyarakat dan Kebiasaan Memakai Masker: Jika mengalami gejala pernapasan seperti pilek atau batuk, orang umumnya menjadikannya sebagai kebiasaan untuk memakai masker saat memasuki tempat umum atau menggunakan transportasi umum. Hal ini dipandang sebagai tindakan bijaksana untuk melindungi diri sendiri dan menghargai orang lain.
Membersihkan Meja Sendiri di Minimarket: Setelah selesai makan di area tempat duduk minimarket atau supermarket, pelanggan biasanya memilah kotak makanan dan sisa makanan mereka ke dalam tempat sampah toko dan menyeka meja dengan tisu, meninggalkan ruang yang rapi untuk pengguna berikutnya.
Bacaan Lebih Lanjut (Panduan Pembuangan Sampah):
- Bagaimana Cara Mengecek Jadwal Truk Sampah Taipei? Panduan Sederhana – FWA外籍勞工通訊社
- Jadwal Truk Sampah Taoyuan & Panduan Pembuangan: Bagaimana Cara Memeriksa Rutenya? – FWA外籍勞工通訊社
- Cara Membuang Pakaian Bekas? Panduan Praktis Daur Ulang Pakaian Bekas di Taiwan – FWA外籍勞工通訊社
III. Etiket Ruang di Transportasi Umum
Transportasi umum Taiwan (seperti MRT, bus, dan kereta api) umumnya dijaga kebersihannya, dan para penumpang telah mengembangkan beberapa kebiasaan umum saat berkendara:
Larangan Keras Makan di Dalam Gerbong MRT: Mengambil contoh MRT Taipei, begitu Anda melewati garis kuning di gerbang stasiun, peraturan secara ketat melarang makan, minum, atau mengunyah permen karet. Aturan ini ditegakkan dengan sangat disiplin, menjaga agar gerbong selalu terlihat rapi dan bersih.
Fleksibilitas dan Membersihkan Sampah di Kereta Jarak Jauh: Saat naik Kereta Cepat (THSR) atau kereta biasa (TRA), penumpang diperbolehkan makan bento atau camilan di dalam gerbong. Praktik umumnya adalah membawa kotak kosong dan sampah Anda saat turun dan membuangnya di tempat sampah peron, atau menyerahkannya kepada petugas kebersihan yang berpatroli di dalam kereta.
Memberikan Kursi Prioritas dan Mengontrol Volume: Saat naik bus atau MRT, jika ada orang tua atau wanita hamil yang naik, secara proaktif memberikan kursi prioritas adalah bentuk kebaikan yang sangat umum. Selain itu, saat mendengarkan musik atau menonton video di dalam gerbong, sebagian besar orang secara alami memakai earphone untuk menghindari suara yang dapat mengganggu orang lain.
Kebiasaan Berdiri di Eskalator: Di eskalator stasiun MRT yang ramai, sebagian besar orang secara alami berdiri di sisi kanan, membiarkan sisi kiri terbuka bagi mereka yang sedang terburu-buru (walaupun kebijakan berdiri di kedua sisi telah disosialisasikan dalam beberapa tahun terakhir, konsensus mengantre ini tetap sangat umum).
Mengibas Air Hujan Sejenak Sebelum Masuk Stasiun: Sebelum memasuki ruangan atau naik gerbong pada hari hujan, kebanyakan orang akan mengibaskan air hujan dari payung mereka di luar, atau menggunakan penutup payung yang disediakan di pintu masuk, untuk menghindari lantai menjadi licin dan membahayakan orang lain.
IV. Detail Kebersihan yang Halus dalam Budaya Makan
Saat makan di restoran, pasar malam, atau kedai makan kecil, orang Taiwan sering kali memiliki kebiasaan makan unik yang membantu menciptakan pengalaman yang lebih nyaman.
Sendok dan Sumpit Saji untuk Makanan Bersama: Saat berkumpul bersama keluarga dan teman untuk berbagi hidangan, sudah menjadi kebiasaan untuk menggunakan sumpit atau sendok komunal untuk mengambil makanan dari piring saji, menghindari kontak langsung antara peralatan makan pribadi dan hidangan bersama.
Mengelap Peralatan Makan dengan Tisu Sebelum Makan: Setelah duduk di kedai makan tradisional atau warung pinggir jalan, banyak orang memiliki kebiasaan mengambil tisu dan menyeka sumpit yang dapat digunakan kembali, sendok, atau permukaan meja sekali lagi, yang lebih merupakan kebiasaan pribadi agar merasa lebih tenang.
Membawa Gelas dan Peralatan Makan Ramah Lingkungan Sendiri: Sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan lingkungan, banyak orang membawa sumpit ramah lingkungan atau botol termos (tumbler) sendiri. Misalnya, saat membeli minuman di jaringan toko minuman, menggunakan tumbler sendiri di Taiwan secara hukum memberi Anda hak untuk mendapatkan potongan harga.
Mengembalikan Nampan Sendiri di Pujasera (Food Court): Setelah makan di pujasera pusat perbelanjaan atau restoran cepat saji, membawa nampan, mangkuk, sumpit, dan sisa makanan sendiri ke konter pengembalian yang ditentukan untuk dipilah adalah tindakan penutup yang biasa dilakukan sebagian besar orang.
Etiket Halus Saat Makan: Jika Anda perlu membersihkan gigi dengan tusuk gigi selama makan, menutupi mulut sedikit dengan satu tangan adalah hal yang umum; jika Anda perlu membuang ingus, Anda juga harus berusaha memalingkan wajah dari meja makan atau berdiri dan pergi ke toilet agar suasana di meja makan tetap nyaman.
V. Tips Menjaga Keharmonisan Lingkungan
Di lingkungan perumahan dan kehidupan komunitas, memperhatikan perilaku tertentu dapat membuat lingkungan tempat tinggal Anda menjadi lebih harmonis:
Menghindari Membuat Kebisingan Larut Malam: Area perumahan di Taiwan cukup padat penduduknya. Setelah jam sepuluh malam, sebagian besar warga menghindari penggunaan mesin cuci, membanting pintu, memindahkan perabot, atau membuat suara keras agar tidak mengganggu istirahat tetangga.
Larangan Keras Meludah Jus Pinang atau Dahak: Ini adalah tindakan yang sangat merusak kebersihan lingkungan. Di Taiwan, tindakan ini tidak hanya akan menarik pandangan sinis dari orang lain tetapi juga akan berujung pada tindakan penegakan hukum dan denda berat dari otoritas perlindungan lingkungan.
Dilarang Membuang Puntung Rokok Sembarangan: Perokok biasanya memilih area merokok luar ruangan yang telah ditentukan, dan setelah merokok, mereka memastikan untuk mematikan puntung rokok dan membuangnya ke tempat sampah, sama sekali menghindari membuang sembarangan.
Menangani Kandungan Air pada Sisa Makanan dengan Benar: Saat membuang sisa makanan, kebanyakan orang berusaha sebaik mungkin untuk meniriskan cairannya agar kantong sampah tidak bocor selama pengangkutan atau mengeluarkan bau menyengat di komunitas.
Menjaga Lorong Umum Tetap Bersih: Saat tinggal di gedung apartemen, rak sepatu, sepeda, atau barang-barang berukuran besar biasanya disimpan di dalam rumah dan tidak pernah menempati lorong atau tangga. Hal ini bukan hanya demi penampilan yang bersih tetapi juga mematuhi konsep keselamatan kebakaran lokal.





