(FWA 2026/2/2)Populasi keluarga Imigran Baru di seluruh Taiwan telah melampaui satu juta jiwa, namun inklusivitas sistem keuangan bagi penduduk baru ini tampaknya masih perlu ditingkatkan. Laporan dari TransAsia Sisters Association, Taiwan (TASAT) menunjukkan bahwa sebagian besar aplikasi keuangan dan ATM masih belum memiliki antarmuka multibahasa. Selain itu, penanganan kasus terkait sering kali gagal mempertimbangkan kondisi struktural Imigran Baru, yang menyebabkan saluran pengiriman uang bawah tanah (underground remittance) yang berisiko tinggi masih tetap diminati. TASAT mengumumkan kerja sama dengan Taipei Fubon Bank untuk meluncurkan Survei Multibahasa guna memahami situasi keuangan nyata para Imigran Baru dan mendorong layanan nasabah yang lebih inklusif dan adil.

TASAT baru-baru ini menyelesaikan “Laporan Analisis Status dan Dilema Penggunaan Keuangan Keluarga Imigran”. Analisis tersebut menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi sistem keuangan Taiwan berkembang pesat, sebagian besar aplikasi bank dan ATM umumnya kekurangan antarmuka multibahasa. Hal ini menyebabkan Imigran Baru yang bahasa ibunya bukan bahasa Mandarin mengalami kecemasan tinggi dan tekanan psikologis saat mentransfer uang, karena takut “salah tekan nomor rekening atau salah jumlah nominal”.

Hambatan Bahasa Menimbulkan Tekanan Tinggi; Kondisi Khusus Tidak Dipertimbangkan

Akibat tekanan ini, Imigran Baru lebih memilih layanan di loket dan sering bergantung pada anak-anak mereka untuk izin sekolah atau kerja guna membantu menerjemahkan dan mengisi formulir. Generasi kedua sering memikul tanggung jawab administrasi dan tekanan komunikasi yang berlebihan, membantu mengisi formulir pinjaman, menjelaskan ketentuan asuransi yang rumit, hingga menemani orang tua mengoperasikan ATM.

TASAT juga menunjukkan bahwa aturan pengendalian risiko yang ketat dari lembaga keuangan dapat menyebabkan “eksklusi keuangan” secara substantif. Banyak Imigran Baru melaporkan menghadapi pemeriksaan yang lebih ketat saat mengajukan pembukaan rekening, kartu kredit, atau pinjaman karena hanya memegang Izin Tinggal (ARC), berstatus ibu rumah tangga, atau tidak memiliki catatan arus kas bank yang stabil dalam jangka panjang. Proses pembukaan rekening sering kali melibatkan pertanyaan berulang, dan hambatan bahasa menghalangi ekspresi diri, sehingga partisipasi keuangan Imigran Baru lebih rendah dibandingkan masyarakat Taiwan pada umumnya.

Dalam hal pengiriman uang lintas negara, karena biaya administrasi sistem perbankan resmi lebih tinggi dan nilai tukar kurang fleksibel, serta penerima di negara asal sering kesulitan mengambil uang karena kurangnya dokumen identitas, banyak Imigran Baru terpaksa beralih ke saluran pengiriman uang bawah tanah seperti toko kelontong Asia Tenggara atau jaringan kerabat. Meskipun saluran informal ini berisiko sangat tinggi, kemudahannya, jangkauannya ke daerah terpencil, dan keakraban bahasa menjadikannya solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan saat ini, mencerminkan perlunya sistem keuangan untuk mengoptimalkan dan menyesuaikan peraturan berdasarkan situasi nyata keluarga imigran.

Saluran Bawah Tanah Masih Marak karena Bahasa dan Aksesibilitas

TASAT menekankan bahwa sistem layanan keuangan saat ini belum sepenuhnya melihat kondisi struktural keluarga Imigran Baru. Misalnya, dalam sistem “hak asuh bersama” pada kasus perceraian, generasi kedua sering kesulitan mengajukan pinjaman pelajar atau membuka rekening jika salah satu orang tua hilang kontak atau dipenjara. Kerja sama dengan Taipei Fubon Bank untuk mendorong “Survei Literasi Keuangan Imigran Baru” ini bertujuan untuk mengungkap kesulitan keuangan yang dialami Imigran Baru, membantu lembaga keuangan meninjau kembali proses layanan, dan melihat kebutuhan nyata Imigran Baru.

TASAT akan meluncurkan kuesioner dalam tujuh bahasa—Thailand, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Vietnam, Tagalog, dan Mandarin—melalui platform media sosial (LINE, Facebook) dan jaringan LSM mitra jangka panjang. Umpan balik tersebut juga akan menjadi dasar untuk merancang kursus pendidikan keuangan di masa depan.


Informasi Survei

Para Imigran Baru diundang untuk mengklik tautan dan berbagi pengalaman nyata mereka, guna membantu mendorong layanan nasabah yang lebih inklusif dan adil. Ini hanya membutuhkan waktu 5-8 menit.

Selesaikan survei untuk mengikuti undian voucher 7-11; pemenang akan diumumkan pada 27 Februari (Jumat).

🔗 Tautan Survei (Bahasa Indonesia): https://forms.gle/ZF4J7hTGLnA7Bk6AA